![]() |
| Google.com |
Rabu, 14 September 2016
Robohnya “Bahasa” Kami
Tulisan ini lahir, dari
rasa prihatin saya melihat kegandrungan masyarakat kita terhadap bahasa selain Indonesia.
Waktu itu, saya sedang mengendarai motor bebek hendak ke kampus. Di tempat pemberhentian
lampu merah, saya menemukan iklan-iklan di papan reklame yang berbahasa
Inggris, seperti Kuantan Regency, Royale
Village, Merapi View, dan Kurahan
Residence. Sehingga muncul pertanyaan “mengapa iklan itu menggunakan Bahasa
Inggris daripada Bahasa Indonesia”.
Saya tiba di kampus,
justru pemandangan di lampu merah tadi terulang lagi, dengan medium dan daya
eksplor berbeda. Teman-teman saya bicara Bahasa Inggris, walau tidak keseluruhan,
tapi teman itu rasa-rasanya tidak sungkan menyelipkan Bahasa Inggris dalam
percakapannya. Ini mungkin hal biasa dijumpai di tempat lain, tapi yang lebih “parah”
dosen-dosen saya juga dengan bangga menyelipkan Bahasa Inggris ke dalam
ceramahnya di depan kelas. Ini semacam langkah maju atau mundur bagi kita?.
Rabu, 24 Agustus 2016
Mozaik Sastra Religi
![]() |
| Google.com |
Pada tahun 2004, kita
masih ingat dengan kesuksesan novel Ayat-ayat Cinta (AAC) yang
berhasil menembus angka penjualan lebih dari 400.000 eksemplar. Bahkan ketika
novel ini diangkat ke layar lebar, jutaan orang yang menonotonnya terjerembab
ke dalam kubang emosi karena tokoh Fahri yang digambarkan sebagai laki-laki
tanpa cela, tak pernah salah, apalagi berdosa. Habiburrahman El-Syirazi, Sang
pengarang, bahkan terheran-heran dengan hal itu, karena sebelum novel itu naik
cetak, ia sangat pesimis ketika pertama kali menyodorkan naskah kepada Ahmadun
Yosi Herfanda, redaktur sastra harian Republika.
Setelah kemuculan novel maha best seller itu,
maka tak ayal kalau Damhuri Muhammad menyebutnya sebagai “sindrom ayat-ayat
cinta” dalam buku kumpulan esainya (Darah-daging Sastra Indonesia). Barangkali
karena novel itu pula, banyak berhamburan novel-novel yang berjenis kelamin
sama, bahkan judul dan nama pengarangnya ikut-ikutan. Salah satunya bait-bait
cinta (2008) karya Geidurrhman El Mishry yang penjualannya menembus
angka 35.000 eksemplar, buku keduanya Langit Mekah Berkabut Merah
(2008). Setali tiga mata uang, ketiga novel tersebut sama-sama mengambil setting tempat
di Kairo (Mesir), kisah mahasiswa Indonesia, dengan nama tokoh yang juga hampir
mirip “Fahri dan Firdaus”.
Sabtu, 20 Agustus 2016
Inspirasi Para Pesohor
![]() |
| Google.com |
Saya masih ingat petuah Joni Ariadinata ketika mengisi
kelas menulis di Lesehan Sastra Kutub Yogykarta (LSKY) 11 agustus 2016 lalu.
Isinya begini: “mempelajari ilmu terbang itu hanya butuh waktu lima menit, tapi
tidak sekejap itu kalau mau belajar menulis, butuh kesabaran, kesabaran, dan
kesabaran.” Waktu itu kami laksana diadili di ruang sidang, padahal beliau
belum beranjak jauh membahas tentang semak belukarnya dunia penulisan cerpen,
sontak semangat 45 kami untuk belajar menulis meredup tiba-tiba diawal
perjumpaan. “saya dulu tukang bangunan, tukang becak, bahkan pengamen. Tapi
sebutir debu-pun semangat saya tidak luntur, karena saya takut kalau tidak jadi
penulis, tali gantungan di kamar kosku itu akan melilitku” tambahnya membakar
suasana.
Iya, Joni Ariadinata memang memasang tali gantungan di
kamar kos-nya yang setiap saat dipandangi kalau tiba-tiba beliau malas membaca
buku dan menulis. Hingga pada akhirnya angin pencerahan berhembus, ketika
cerpen pertamanya dimuat di Surabaya Post setelah satu tahun berproses dan
memelototi tali gantungan itu. Bahkan cerpen keduanya (Lampor) langsung dimuat
di harian koran Kompas, dan menjadi cerpen terbaik pilihan kompas 1994. Tiga
tahun kemudian beliau mendapat penghargaan sebagai cerpenis terbaik nasional
versi BSMI atas cerpennya berjudul Keluarga Muridku. Selanjutnya
kediriannya sebagai seorang penulis mulai ditemukan, menempatkan dirinya
sebagai individu yang otonom diantara ribuan cerpenis lainnya yang memiliki
karakter dan rasa berbeda-beda dalam karyanya.
Jumat, 19 Agustus 2016
SELFIENISME
![]() |
| Google.com |
Ibnu Haitham lahir di Basra (salah satu sentra ilmu di
Iraq) pada tahun 965 M, ia dikenal sebagai ilmuan muslim Polymath,
yaitu seorang pakar yang mengusai berjibun bidang ilmu: filsafat, matematika,
fisika, falak, geometri, pengobatan, dan secara serius mengkaji seluk-beluk
ilmu optik. Ia telah menginspirasi ahli sains barat seperti Roger Bacon dan
Joseph Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop, dan siapa sangka ia
pula yang menemukan kamera pertama kali di jagat semesta ini.
Adalah kamera obscura temuannya. Kamera sebesar kulkas
itu ditemukan Ibnu Haitham ketika mempelajari gerhana matahari. Ia terinspirasi
oleh bulan, kamera (Qumroh dalam Bahasa Arab) itu ibarat kamar kecil yang semua
sudutnya tertutup rapat tak ada cahaya sama sekali, hanya ada lubang kecil
didepannya. Dan dengan lubang itu cahaya akan masuk kemudian menyimpan bayangan
yang terbayang masuk oleh cahaya ke dalam kamera yang didalamnya sudah
disediakan media untuk menyimpan bayangan tersebut.
Jumat, 29 Juli 2016
Sepetak Surga di Madura (Isra Mi’raj ke Gili Labak)
| Zakerah Adventure:Road to Gili Labak |
Aku
dan tiga belas manusia merasakan debar yang sama di atas Sampan Kateran (sampan
nelayan Madura), di atas kedalaman laut yang maha itu kami harap-harap cemas,
karena takut jasad kami tak mencium daratan lagi. Hempas ombak sesekali menguji
adrenaline karena sampan kami
bergoyang eksotik tanpa henti. Ada yang baca sholawat, ada yang muntah liur,
ada yang pucat pasi termenung, bahkan ada salah satu teman sok tidur padahal
sulit memejamkan mata.
Iya,
kami memang mengarungi samudera sekarang, selama satu jam lebih, tanpa standarisasi
pengamanan mumpumi, tanpa alat keselamatan atau pelambung. Kami bergantung
pada-Nya dan awak kapal yang selalu berusaha mencairkan keadaan “tenang dik,
ini ombaknya stadium rendah kok.” Ujarnya, petuah-petuah itu dilantunkan
laksana kultum jum’at di atas lautan.
Kamis, 28 Juli 2016
Rabu, 20 Juli 2016
Mengencingi Lenin
Silahkan bayangkan..!! kalau seandainya makam mantan pemimpin
negara dikencingi orang, diberaki, dan dilantunkan kata-kata satir menyayat
hati, seperti: “hai bodoh..!! bangkitlah—bangkitlah kau—dan enyahlah”, apakah
yang akan terjadi?
Setidaknya ada yang kebakar matanya, lipatan kulit keningnya
bertambah, sepasang alisnya mengait, dan kepalanya mendidih ketika mendengarnya.
Rasa tak terima pastilah memuncak di hatinya, karena ihwal tersebut dianggap sebagai
pelecehan dan penghinaan yang maha berat secara etika dan hukum. Apalagi untuk orang-orang
yang menyanyangi sang pemimpin, keluarga, sahabat, dan rakyat, pastilah akan
protes dan gresi tandingan segera dilancarkan. Kita pun diajak untuk paham
bagaimana ketika makam orang berpengaruh, dihormati, sang revolusioner negara dan
dunia, kemudian dikencingi.
Tapi inilah misi terselubung yang diinisiasi dua seniman
lulusan Universitas luar negeri Jerman; Jhon dan Justin. Dua seniman yang
mempunyai cita-cita satu, yakni ingin mengencingi makam mantan pemimpin politik
Rusia dan pendiri Uni Soviet—Vladimir Lenin—yang dikenal juga sebagai ideolog komunis
yang dianut manusia sejagat, dari belahan dunia mana pun.
***
Gadis Berlesung Pipit
Ada pesan sumbing dari surat kabar pagi ini, isinya
begini;
“Mengapa tidak semua orang memiliki lesung pipit?
Fenomena lesung pipit dipengaruhi oleh faktor genetik dan diperlukan gen lesung
pipit yang dominan. Jika salah satu orang tua atau kekek-neneknya memiliki
lesung pipit, maka ada kemungkinan lesung pipit ini akan diturunkan ke generasi
berikutnya. Anak-anak yang terlahir dari salah satu orang tua dengan lesung
pipit akan memiliki kesempatan sebesar 25-100 persen.”
Apakah iya, fenomena lesung pipit dipengaruhi oleh
faktor genetik?
Tapi, aku kurang begitu yakin, sebab banyak kesahihan
fakta yang tidak berangkat dari sana. Ia berangkat dari jalan-jalan lain.
Mengenai Saya
Popular Posts
-
Sebagaimana Jumat adalah masa tenang bagi enam hari waktu kerja Maka Ramadan adalah kesunyian bagi sebelas bulan keberi...
-
Sumber Gambar: media.iyaa.com/ “Mustofa, Jujurlah kepada dirimu sendiri Mengapa kau selalu mengatakan Ramadhan bulan ampunan Apakah ...
-
Seluas samudra, tanda-tanya itu menghampar di ruang kosong kepala. Seruncing dakar jarum, tanda tanya itu mencocok saraf kepala. Dan l...











